Friday, January 17, 2014

Hujan & Bumi

Cinta itu seperti Hujan pada Bumi...
Ia malu untuk datang sendirian.
Membawa kebeningan, ia datang bersama teman-temannya.
Biasanya hujan selau datang diwaktu-waktu dibutuhkan bumi. Tapi tak jarang hujan membuat bumi kesal dengan kedatangan terus-menerus. Bumi bosan dan tak mampu menyambut dan menjamu baik kedatangannya yang terlampau sering. Sehingga bumi meluapkan airnya.
Mungkin itu cara hujan menunjukkan kerinduannya setelah kemarau panjang yang terlalu lama.

Walau terkadang hujan mengabari kedatangannya melalui angin dan petir, kilat dan guruh juga menjadi media komunikasi. Tapi, sering juga ia malu-malu dan datang diam-diam. Disaat panas dan cuaca cerah, ia seperti hendak memberi kejutan pada bumi.

Cinta itu seperti Hujan pada Bumi...
Hujan dan bumi itu saling memberi dan saling menerima.
Air dibumi selalu berjumlah sama meski hujan terus mengguyurnya.
Karena bumi selalu menguapkannya kembali keatas.
Bahkan dalam kemasan yang lebih indah. Awan :)

Cinta itu seperti Hujan pada Bumi
Mereka tak pernah merasa mendapat dan memberi lebih banyak.
Siklus yang bijaksana.
Komunikasi dua arah yang sempurna.

Monday, December 30, 2013

Untung aku seperti ini Tuhan :')

aku selalu merasa begitu lemah, rapuh untuk mengatakan TIDAK
padahal sesuatu yang ku"iya"kan itu bukan ideologiku
menentang apa yang aku alasankan
tapi apa daya jiwaku tak mampu melawan

denganmu aku merasa sempurna Tuhan...
untung engkau beri aku keadaan seperti ini

mungkin aku hanya selalu bermimpi ingin seperti mereka
selalu ada disetiap perubahan yang ada
selalu tau apapun yang terjadi
mereka selalu bisa berontak sesuai apa yang mereka mau
180 derajat berbanding terbalik dengan yang aku rasakan

denganmu aku merasa sempurna Tuhan...
untung engkau bimbing jiwaku ini

merasa begitu pemalu, sulit sungguh untuk menerima semua tipikal

Tuesday, December 10, 2013

Jawaban Tanya

Malam ini aku tanpa basa-basi...

Tidak semua pertanyaan dapat dijawab. titik.
kadang memang ada pertanyaan yang akan tetap menjadi pertanyaan, setinggi apapun usaha kita mencoba untuk berteman dengan formula dan rumusnya. seberapa seringpun kita mencoba untuk akur dengan pilihan objective nya, tetapi masih saja menjadi kalimat tanya tanpa jawaban.

Dalam hidup, kita tidak hanya bertanggung jawab untuk menyelesaikan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan itu. Tetapi sebenarnya seberapa paham kita alasan dari timbulnya pertanyaan itu. jika sudah, maka disaat itu juga kita akan berhenti mencari jawaban dan cukuplah mengerti isi dan makna dari tanya.

Bukan berarti disaat kamu temui jawabannya dan disaat itu juga kamu akan merasa bahagia. Karena akan ada banyak jawaban yang tidak sesuai dengan yang kamu harapkan, karena akan banyak jawaban yang akan membuatmu memilih untuk tetap berpura-pura bahwa kamu tidak mengetahui jawabannya.

Tuesday, September 3, 2013

Siapa bilang kerja itu lebih enak dari sekolah/kuliah???

"aku mau cepet-cepet UN, cepet-cepet kuliah, abis itu kerja deh...
dapet duit tiap bulan,mau beli apa aja bisa pake duit sendiri,
ga minta-minta orang tua lagi, ga ngerjain-ngerjain tugas lagi disekolah,
ga ada ulangan harian lagi..... blablablaaaa..."

gitu tuh jawaban saya pas SMA dulu kalo ditanya enakan kerja atau skolah/kuliah. dan mungkin anak-anak SMA jaman sekarang juga masih berpikiran begitu. dulu pas sekolahan itu selalu berpikiran "kapan ya lepas dari ngerjain tugas dan ulangan harian" hal tersebut yang ngebuat pengen cepet kelar aja trus kerja. padahal dan RUPA-RUPANYA kerja itu ga se-simple what I think before...

liburan panjang semester genap (semester 6) kmaren, saya isi dengan melamar pekerjaan, diterima lalu mulai bekerja. setiap hari senin-jumat dari jam 9pagi - 5sore. dan pelajaran berharga yang saya dapat, jangan anggap remeh bekerja seperti apa yang saya pikirkan sewaktu sekolah dulu.

kerja itu ga hanya pergi pagi pulang sore, tiap bulan gajian, tanpa pressure, just that.