![]() |
| Logo |
Program yang saya
dapatkan dari universitas saya yang bekerja sama dengan Biro Perencanaan dan Kerja Sama Luar
Negeri (BPKLN) serta Beasiswa Unggulan dari Dikti ini merupakan kali pertama
saya akan merasakan tinggal jauh dari orang tua saya. Sempat keraguan memenuhi
pikiran saya, sempat terpikir untuk menolak kesempatan berkuliah di luar negeri
ini dikarenakan takut dengan kehidupan baru yang akan saya jalani sendirian di kota sejarah di malaysia
tersebut. Semakin saya tahu ternyata yang akan mengambil program studi ini
hanyalah saya sendiri dari 8 orang yang berkromosom XX alias saya seoranglah
yang perempuan, semakin saya takut dan ingin segera menolaknya.
Tetapi, saya coba untuk tidak gegabah dalam mengambil keputusan. Saya
bincangkan dahulu bersama teman, dosen bahkan keluarga, akhirnya saya putuskan
untuk tetap menjalani program student exchange ini. Selain alasan bahwa tidak
semua orang mendapatkan kesempatan seperti ini adalah kata-kata dari paman saya
yang mengatakan bahwa satu-satunya perempuan bukanlah suatu yang beralasan
untuk menolaknya.



